Pages

Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap. Tampilkan semua postingan

20160327

Antara Aku dan Manggis

Ada apa antara aku dan manggis? gak, gak ada hubungan apa-apa kok. Hubungan kita baik-baik aja, simbiosis mutualisme 😁

Jadi tadi pagi itu nganterin mama belanja ke pasar. Karena emang dasarnya suka buah, jadilah suka minta ke mama beliin buah ini dan itu. Ehh, dasarnya emak-emak yang perhitungan dan kali-kali nya untuk hemat itu super duper ketat sekali (dijamin guru matematika aja kagak ngerti itu rumusnya) mama itu suka mikir-mikir dulu buat ngabulin permintaan anaknya ini apa kagak.

Secara aku udah pasang tampang innocent, kedip-kedip, mencoba ber indirect speech sama mama, semoga mama peka dengan kode-kode yang aku berikan. Peka sih, cuma dibelikannya ga sesuai yg diinginkan, hiks.. Alhasil jadilah mulai saat ini kalu nganterin mama kepasar bawa duit sendiri. Jadi nnti kalu ada buah yg dipengen bisa beli. Tinggal minta tolong mama aja buad nawarin dan milihin mana yang seger-seger.

Jadilah, sebenernya tadi pas nganter mama ke pasar berharap si bapak-bapak yang jualan manggis imut-imut kemarin masih jual itu manggis. Soalnya kemaren pas minta beliin mama cuma di beliin stngah kilo doank, ya langsung abis sekali makan 😂😂😂.
Okeh, setelah kode2 mama, akhirnya mampir juga deh tu ke tempat bapak-bapak yg kemarin jualan manggis. Alhamdulillaah manggis imut-imutnya masih ada.

Eh, walau imut-imut gitu manggisnya manis loh ya. Manis banget. Kalu kata orang minang, "manyalinok bana manihnyo". Mama nanya, mau berapa van? Setengah aja lah ya? Aku langsung bilang, sekilo aja ya ma, please (dengan mata berbinar-binar) biar vanny aja yg bayar sambil ngeluarin duit dari saku 😁 mak saya senyum sambil geleng-geleng kepala saja. Dalam hati berkata, yes, alhamdulillaah berhasil dan ga kena protes!! 😊😁

Okeh, sudah cukup intro dan pembukaannya sepertinya. Sesampainya di rumah, mama heran dan bertanya "kenapa sih segitu sukanya ama manggis van? Biasanya lebih suka semangka?"
"Iya ma, semangka suka juga. Tapi manggis ini kan langka. Musim-musiman. Ga tiap hari juga ada yg jual di pasar"
Sambil manggut-manggut dan ikutan makan manggis tiba-tiba mama nyeletuk,
"Oh iya, waktu mama hamil vanny dulu, mama kan emang ngidam pengen makan manggis. Pantesanlah suka bgt gini ya van"
Dan mama pun tertawa setelah bernostalgia dengan masa kehamilannya saat mengandung aku dulu.

Nah loh ma, berarti yg ngebuat vnny jadi suka manggis itu mama ya? Tadi malah nanya kenapa bisa suka banget 😅. Hahaha, jadilah kita ketawa-ketiwi sambil menikmati manggis yang manis ini.

Eh, tapi beneran loh ya, selama ini suka manggis, aku baru ngeliat pohonnya langsung itu akhir tahun 2015 kemaren pas main ke kebun raya bogor. Kalu ga ga bakal tahu deh tu bentuk pohonnya bagaimana. Dulunya ngirain kalu pohonnya itu kaya pohon markisah gtu, yang tumbuhnya merambat. Eh ternyata pohonnya tinggi gede kaya pohon jambu bol.

Soalnya dulu waktu aku masih kecil, tiap beli buah manggis, pasti ada aja yg ngasih tebakan lawas ini "bertelur di awang-awang, menetas di telapak tangan, apakah itu?" Yah, si buah manggis itu jawabannya. Kirain manggisnya mengawang-awang kaya markisah gtu, padahal semua buah yg batangnya tinggi emang buahnya pada tergantung di awang-awang yak, hehehe.

Lanjut, ada satu ibroh ni sepertinya yang bisa kita ambil.dari si buah manggis ini. Jangan suka su'udzon, jangan menilai sesuatu hanya dari luarnya saja. Sama kaya manggis ini, siapa sangka buah yang bewarna ungu kehitaman dan jelek ini, ternyata memiliki isi yang putih bersih dan manis luar biasa banget rasanya? Makanya kalu belum kenal seseorang itu secara mendalam, ga usah menghakimi dulu, ga usah nge judge yg enggak-enggak dulu. Karena siapa yg tahu, walau luarnya itu ganas, serem, eh tapi hatinya baik, sifatnya dermawan, who knows kan??

Jadi, intinya ga boleh suudzon. Ga boleh asal nge judge. Karena bisa jadi orang yang kita judge itu jauh lebih baik daripada kita. Dan jangan tertipu hanya karena melihat luarannya yang cantik, bagus dan indah. Karena apa yang ada di dalamnya belum tentu begitu. So, jadilah seperti buah manggis. Yang tampilannya sederhana dan apa adanya, namun memiliki isi yang putih, bersih, dan manisnya luar biasa.

20160324

Karena Rezeki takkan Tertukar

Akhir-akhir ini berita dan media sosial dihebohkan dengan demonya para pengemudi taxi dengan hadirnya taxi yang berbasis online, atau dulunya kita sempet denger juga ojek pangkalan yang ga terima dengan kehadiran ojek online atau yang lebih kita kenal sebagai gojek. Mengapa?
Atau jauh sebelum ini, banyak hal serupa tapi tak sama yang terjadi seperti ini. Mungkin kita yang tidak meyadari, tapi inilah yang terjadi. Masih ingatkah betapa dulu sewaktu saya masih duduk di bangku berseragam putih dongker dan putih abu-abu, hape dengan merk nokia itu menjadi primadona. Luar biasa sekali rasanya kalu sudah punya hape dengan brand tersebut, walaupun bukan series yg terbaru.

Namun seiring berjalannya waktu, dan berkembangnya inovasi dan teknologi, perusahaan hndphone yang merajai pasaran dunia itupun dikalahkan dengan inovasi terbaru komunikasi yang kini kita kenal sebagai android, bahkan brand "apple" nya steve job juga hampir kalah saing dalam penjualannya.

Dulunya kita yang harus berbelanja kepasar tradisional untuk mencari-cari ikan segar, kini di kota-kota besar kita bisa membeli ikan-ikan segar melalui pusat perbelanjaan dengan penyejuk ruangan. Tak hanya ikan, sayur, buah, sembako, furniture, alat elektronik, hingga pakaian dijual di satu tempat yang sama. Tapi proteskah para pedagang-pedagang yang masih berjualan di pasar tradisional dengan pengusaha pusat perbelanjaan modern?

Begitu juga kita yang biasa membeli barang kebutuhan sehari-hari ke warung kelontong milik tetangga, namun kini lebih tertarik untuk berbelanja ke mini market - mini market dengan penyejuk udara. Yah, mini market ini telah mejamur kehadirannya dimana-mana. Termasuk di kota.kecil yang aku diami saat ini. Siapa sangka kehadiran mereka disini pun menjamur banyaknya. Padahal barang yang dijual disana kurang lebih sama dengan yang dijual di warung tetangga kita. Lalu, apakah pemilik warung protes dan lantas malah gulung tikar?

Begitu juga dengan ramainya toko-toko online yang menjamur adanya. Yang menjual segala macam benda. Kita tidak perlu kemana-mana. Cukup duduk manis dan memilih-milih dengan smartphone yang kita punya. Tinggal transfer, lalu barang yang kita inginkan akan tiba dirumah tanpa harus kemana-mana. Lalu tutupkah toko-toko yang ada? Tidak, mereka tetap buka karena percaya tetap ada pelanggan yang akan datang dan membeli barang dagangan mereka.

Begitu juga dengan kemudahan komunikasi saat ini. Saat dulu surat menyurat adalah sarana komunikasi satu-satunya untuk.menghubungi seseorang yang jauh disana. Berukar kartu pos dan surat menyurat. Hingga lahirlah lagu "surat cinta" dari Vina Panduwinata yang ikut melejitkan nama pak pos yang berjasa. Tapi kini, dengan kemudahan teknologi yang ada, berkirim surat pun sudah mulai kurang tenarnya. Kini kita bisa berkomunikasi dengan orang-orang dari belahan bumi mana saja dengan biaya yang terjangkau. Yah, sejak ada internet, whatsapp, line ,bbm dan apapun nama aplikasi chattingan lainnya.

Lalu, apakah pak pos marah dan puus asa? Karena profesinya sudah bisa diambil alih oleh semua aplikasi chattingan yang ada? Jangankan mengirim pesan, dengan kecanggihan teknologi pun kini kita bisa vodeo call. Walaupun berbeda kota dan negara, tapi kita masih bisa berkomunikasi sambil bertatap muka. Luar biasa memang kecanggihan dan inovasi teknologi yang ada.saat ini.Tapi pak pos masih setia dengan tugasnya untuk mengantarkan surat-surat yang ada. bukannya malah protes dengan segala kemudahan komunikasi yang ada.

Tapi, walau bagaimanapun berkembangnya inovasi dan teknologi saat ini, mengapa harus putus asa dan merasa seolah-olah merka merebut lahan dan rezeki kita? Bukankah jauh sebelum lahir sudah Allah tetapkan 3 hal.atas diri kita: rezeki, jodoh, dan juga maut. 

Lalu mengaoa harus risau? Bukankah rezeki itu takkan tertukar? Jangan gantungkan rezeki pada orang lain, jangan berharap kepada orang lain, berharap, bergantung, dan memintalah kepada Yang Maha Kaya, Yang Maha Memberikan rezek. Siapa? Allah SWT. Ya, rezeki itu Allah yang ngatur, Allah yang kasih, Allah yang beri. Sedangkan hewan yang lemah dan kecil tak berdaya saja dijamin rezekinya sama Allah apalagi kita manusia yang di anugrahi akal dan pikiran.

Yang Allah mau, adalah kita berusaha semaksimal mungkin. Berusahalah semampunya. Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk mencari rezeki-Nya. Karena rezeki takkan kemana. Rezeki takkan tertukar. Berusaha saja semaksimal yang kita mampu. Tapi ingat, berusahalah untuk mencari rezeki sebaik-baiknya. Bukan mencari berapa banyak nilainya, tapi carilah berkahnya dan dengan cara yang halal untuk mendapatkannya. Insyaallah itu lebih berkah.

Terkadang perkembangan zaman saat ini memang membuat kita geleng-geleng kepala. Tapi sikapilah ini semua dengan bijak. Sikapi dengan hati, bukan dengan emosi. Sekali lagi percayakan saja rezeki kita pada yang maha memberikan rezeki. Percayalah, Rezeki iu takkan tertukar. Kalau memang rezeki, insyaAllah ga kemana. Jadi, ga usah iri ya sama rezeki orang lain. yang penting itu usaha dan bagaimana kita mendapatkannya, apakah dari jalan yang di ridhoi Nya atau malah dari jalan yang di murkaiNya.























_iseng kepikiran soal perkembangan zaman dan rezeki, soalnya di kantor sistem lagi rusak dan ga bisa kerja juga. Selamat siang...._

20160321

Hujan part 2

Alhamdulillaah hari ini hujan kembali turun menyapa bumi.
Finally, akhirnya kesampaian juga bisa ujan-ujanan pas pulang kerja.
Basah sih, tapi happy (: #nostalgila #masakecilterlalubahagia soalnya, hehe.
 

Katanya sih ga boleh ngaku-ngaku pecinta hujan kalau masih takut kebasahan karena hujan-hujanan,
Aku ga takut hujan, ga takut basah juga, cuma terkadang malu aja kalu kepergok atau ketauan lagi mandi hujan, hihihi.


ya, sore ini hujan kembali menyampaikan rindunya langit kepada bumi.
Hujan merupakan bukti cinta langit kepada bumi.
Karena walaupun mereka berjauhan,
Langit tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi bumi.


yah, jika langit gelap adalah kerinduan,
Maka hujan adalah pertemuan.
Hei, tapi aku tak rindu.
Cukup temui aku dalam doamu yang paling khusyu'
dan hanya ingin menyampaikan pesan yang satu,
Sampai ketemu di depan penghulu (":





Baiklah, abaikan saja.
Mungkin sedikit baper karena ngeliatin hujan dari balik jendela.
  

20160313

Maafkan Lidah yang tak Bertulang

Sudah lama tak bercerita dengan seorang sahabat ini, aku akui dia memang memiliki karakter yang super duper cuek bebek. Aku rasa kita setipe, sebelas dua belas lah yaa, mungkin itu alasannya mengapa kita masih cocok-cocok saja sampe saat ini, sudah paham kekurangan dan kelebihan masing-masing. sudah bisa menerima apa adanya diri kita masing-masing.

Ya, cuma dia. Cuma dia satu-satunya yang berani negur, berani ngingetin kalu salah, berani ngebantah argumen-argumen aku kalau memang ga bener. Yang rela dengerin cerita-cerita dan curhatan aku yang bisa dibilang ga penting-penting amat ampe tengah malem dan besok paginya mesti berangkat kerja pagi-pagi , dan sore tadi dia baru saja menyadarkan aku betapa sifat blak-blakan dan kejujuran yang aku miliki tak jarang membuat orang-orang tersinggung dan merasa tersakiti. Dia sudah menasehati sebelumnya, terimakasih sudah mengingatkan kembali 

Yah, aku dibesarkan dengan latar belakang keluarga yang mengajarkan dan mengutamakan kejujuran, kalau suka bilang suka, kalau iya bilang iya, kalau gak ya bilang enggak. Satu lagi mungkin dari intonasi suara yang memang terkesannya jutek dan marah-marah. Padahal dalam hati sebenarnya niatnya baik, tapi ga tau kenapa keluarnya malah begitu . Itu nada bicara emang udah dari sononya ya, jadi emang agak susah juga ngerubahnya, tapi walaupun sulit aku kini tengah berusaha merubahnya, semoga saja tak ada lagi yg tersakiti saat mendengarnya.


Ya, jujur itu baik. Namun terkadang kejujuran yang blak-blakan itu juga menyebabkan ketersinggungan. Aku baru tau kalau ternyata dulu banyak diantara kalian yang merasa tersakiti oleh lisan ini, bahkan ada yang katanya sampe berurai air mata. Maapkeun, maapkeun sangat ya teman-teman semuanya,  sungguh tak ada niat untuk seperti itu sebenarnya. Tapi memang lidah itu tak bertulang.

Ada satu alasan mungkin yang menyebabkan mengapa aku memiliki salah satu kepribadian dan sikap yang begitu. Aku masih melakukan proses cleansing diri untuk mencari akar permasalahannya. Karena tentu saja ini sudah mengakar lama tanpa aku sadari dan tahu persis apa penyebabnya. Semoga itu penyebabnya segera ketemu dan nisa move on untuk jadi lebih baik lagi yaa, Aamiin.

20160312

Untukmu yang akan Menjadi Masa Depanku


Hai kamu, sedang apa disana? Baik-baik sajakah?
entah mengapa dalam kesibukanku, aku masih saja memikirkanmu.
ya, kamu.
Kamu, yang dulu bagiku adalah sebuah ketidakmungkinan yang kini setiap hari aku semogakan.

Biarkanlah aku mendekapmu dalam kerinduan yang ku jaga dalam diam.
Karena, jika tidak dengan diam aku bisa apa?
Karena, jika tidak dengan diam aku harus bagaimana?
Karena diamku bukan berarti tak bernilai apa-apa.
Karena diamku bukan berarti tak peduli apa-apa.
Biarkan saja aku memendam rasa ini dalam diam. Karena dengan mengumbarnya, aku takut ia akan menjadi hambar dan memudar.

20160304

Nabung 20 Ribu

Mungkin kalian pernah baca postingan tentang nabung 20 ribu ini. Ya, aku pun menjadi terinspirasi untuk menabung 20 ribu ini karna baca postingan di fb kalau ga salah. Dimana peraturannya dalam menabung 20 ribu ini, setiap kamu ketemu uang 20 ribu, maka wajib hukumnya untuk ditabung.

Ya, setiap ketemu uang 20 ribu, maka itu duitnya wajib dimasukkin kedalam celengan. Nah, kalau aku make media celengannya dari bekas botol air mineral, karena botolnya bening dan isinya ijo-ijo, jadilah aku menamainya celengan ijo.

20160229

Antara Ego, Harga Diri, dan Proses Belajar

Terkadang diri ini masih bersaing sekuat tenaga untuk mengalahkan ego yang meninggi. Kekakuan ego ini telah terbangun dalam hitungan waktu yang tak dapat dianggap sebagai angin lalu. Mulai terbentuknya self mechanism yang menguat setiap harinya setelah berupaya dibangun selama bertahun-tahun lalu, aku akui tidak mudah memang untuk membobol sedikit dindingnya agar terpasang pintu yang mampu membuka dan mengurai egonya yang terlanjur membeku.

Aku akui sulit memang, ketika memiliki prinsip yang sudah megakar kuat menancap ke bumi, namun perlahan harus mulai melonggarkan pijakannya karena mulai mencoba memahami dan mengerti ego lain yang datang dari luar dirinya. Prinsip yang seharusnya mulai bisa teruraikan untuk beberapa alasan yang sehat dan masuk akal, namun entah mengapa hati masih enggan merelakannya mecair dan mengalir mengikuti arusnya, karena masih ada satu batasan yang membuatnya terbentur dan belum bisa mengalir dengan semestinya.

Mencoba untuk memahami ego lain yang ada di luar diri ini tidak mudah memang. Bagaimana mungkin degan mudahnya kita bisa menyatukan dua kepala untuk satu pemahaman, Dua pemikiran, dua kepribadian dan dua prinsip yang berbeda meski pada ujungnya memiliki satu tujuan yang sama.
Menekan ego pribadi yang meski terkadang serasa melukai harga diri, karena berusaha untuk memahami dan saling mengerti. Ya, mungkin memang sudah saatnya tak lagi hanya mengikuti ego pribadi. Tapi benarkah sudah saatnya bagi diri ini untuk berbagi? 

Belum, belum saat ini sepertinya. Sedikit lagi. Ya, hanya butuh waktu sesaat lagi saja. Biarkan saja kini aku belajar menetralisir ego pribadi yang ada. Karena ternyata untuk mengendalikannya tak semudah membolak-balikkan telapak tangan. Rasanya sesulit musafir yang berada di padang pasir yang begitu merindukan tetesan-tetesan hujan. Sulit memang dan tak dapat di prediksi. Unpredictable.

Untuk waktu yang tersedia ini, mari kita belajar bersama, belajar untuk mengendalikan ego ini bersama-sama. Belajar mengerti, karena pada dasarnya semua orang ingin dimengerti. Belajar untuk mengalah, karena tak selamanya mengalah berarti kalah. Belajar menahan amarah, karena membiarkannya hanya akan menambah banyak masalah. Belajar untuk memafkan, memaafkan semua kesalahan baik yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan, karena tak ada manusia yang luput dari kesalahann. Belajar untuk menerima, menerima semua kekurangan dan kelebihan yang ada. Belajar untuk saling memahami, karena seni yang paling indah dalam hidup ini adalah seni memahami, ya, seni untuk bisa memahami kamu.





_aku disini yang masih berusaha mengurai ego tanpa merasa melukai harga diri_

20160224

Hai Para Pengendara

Pagi ini mumpung belum banyak kerjaan, kayanya bolehlah diselingi menulis disini daripada bengong-bengong browsing ga jelas. Sebenarnya udah lama pengen nulis tentang hal ini disini, tapi ya begitu, tapi yang hanya memberikan alibi agar bisa dimaklumi :p

Megapa diberi judul "Hai Para Pengendara"? Karena aku, kamu, dan notabene nya kita semua ini adalah para pengendara kendaraan bermotor di jalan raya. Tidak pun kamu sebagai pengendara, tapi setidaknya setiap kita pasti pernah merasakan berkendara di jalan raya (walaupun ga naik kendaraan pribadi, senggaknya pasti pernah naik angkot, bus kota, bajaj, becak, ato tukang ojek kan?).

Melihat perilaku orang-orang ya berkendara di jalan raya itu memang macam-macam ya. Cobalah sesekali memperhatikan dan observasi lah, tidak jarang apa yang dilihat itu bikin istighfar, ngucap2, geleng2 kepala, dan terkadang sedikit terbawa emosi dan ngomel- ngomel sendiri. Pasti pernah ngerasain kan?

Saya selaku pegendara di jalan raya mengakui bahwa terkadang melihat perilaku teman-teman sejawat saya yang juga para pengendara ini bener-bener menguji iman dan kesabaran. Apalagi kalu lagi bawa roda dua, kadang suka selap selip kanan kiri biar cepat sampe ke tujuan.

Ngebawa kendaraan roda dua itu memang lebih cepat, praktis, daripada bawa roda empat. Kalu bawa roda dua itu bawaannya pengen cepat sampe aja, agak sedikit tidak sabaran, klu panas ga kehujanan, kalu hujan ga kepanasan :D bisa selip kanan kiri, tapi resikonya juga gede sih, salah-salah mengambil perhitungan, jatuh, dan efek celakanya juga jauh lebih besar.

Terkadang suka sebel dan kesel sendiri geliat para pengendara roda dua ini alias para pengendara motor. Kesel kenapa?

1. Kebanyakan dari para pengendara ini suka ga pake helm kalau lagi di jalan raya. Saya juga ga tau kenapa, kepala sih kepala mereka, tapi kenapa saya yg jadi sebel sendiri ya? Mungkin karena saya lebih sayang dengan kepala-kepala mereka dari diri mereka sendiri. Saya inget banget, dulu dosenku pernah bilang gini, pake helm itu ya jangan cuma karena takut polisi, tapi karena sayang sama kepala sendiri. Pake helm saat berkendara roda dua itu termasuk salah satu bentuk rasa syukur atas kebaikan Allah yang udah menciptakan otak kita dengan sesempurna-sempurnanya dan tidak ada duanya. Bayangin aja, semua yg terjadi ditubuh kita ini, pusat pengaturanya ada di otak. Kalu otaknya rusak, otomatis tubuh pun ga bisa bekerja dengan sempurna. Jadi, hai para pengendara roda dua, gunakanlah helm kemana saja, bukan hanya pas razia polisi saja. Karena banyak juga kecelakaan yang terjadi itu ketika kita berkendara dalam jarak dekat dan bukan jarak yang jauh. Bukan berarti dengan dekatnya jarak lantas kita mengabaikan keselamatan kan?

2. Saya suka kesel dan sebel sama para pengendara yang suka main gadget sambil bawa kendaraan, baik itu motor ato mobil. Kalu mau smsan, chattingan, telpon2an, ya silahkan menepi dulu, berhenti dulu. Ini, sebelah tangan ngegas motor, sebelah tangan mainin hanphone, kendaraan melaju kedepan, matanya malah ngeliad ke gadget. Ini kan bahaya. Kalu cuma ngebahayain dirinya sendiri sih ga masalah, ini juga ngebahayain keselamatan para pengendara di jalan yang lainnya. Emang  itu jalan punya nenek moyangnya, jadi bisa bebas mau ngapai aja, sampe-sampe ga nyadar kalau jalannya kendaraan yg dia bawa udah megal megol ke kanan dan ke kiri. Bete banget kan kalu udah ketemu yang kya bgini. Kita mau mendahului susah, mw ngekorin dari belakang juga serba salah. Aaaarrrgggghh....

3. Saya suka kesel sama orang-orang yang suka berkendara di tengah2 jalan dan dengan kecepatan yang super lamban. Klu bawa motor masih bisa disalip dengan aman, nah kalu bawa mobil? Apalagi jika kendaraan yg jalan lamban di tengah jalan ini mobil juga. Jelas-jelas itu jalan ada dua jalur, kalu mau jalan pelan-pelan ya kenapa ga diambil jalur di sebelah kanan, kasi kesempatan buat yg mau melaju cepat di jalur sebelah kiri. Eh ini malah di tengah-tengah lajur antara kanan dan kiri. Di klakson pun ga ngerti-ngerti. Kalu begini emang bener-bener menguji kesabaraaaan (rasanya kalu udah dalam kondisi begini mau melambaikan tangan ke kamera saja).  Mungkin kebanyakan dari kita hanya baru bisa berkendara. Ya, sekedar bisa bawa motor ato mobil saja, tapi tidak tau aturan, rambu, dan etika berkendara di jalan raya.

4. Satu hal lagi yang bikin kesel itu adalah ngeliat orang-orang yang berkendara, mau belok kanan kasi lampu sain kiri, mau belok kiri kasih lampu sain kanan (ngelus dada). Ato ga jelas-jelas mau belok kiri, mendadak motong kita yg lagi berkendara santai di lajur kiri dari lajur sebelah kanan, langsung belok patah ke arah kiri. Syukur-syukur itu rem kendaraan masih pakem, kalu ga ya nabrak. Ato ga jelas-jelas kita udah jalan lambat, ngidupin lampu sain mau belok kanan, ambil ancang2 buad belok, eh ngeliat ke spion, ada motor kencsng dari arah kanan yang melaju degan kencangnya.untung belom jadi belok, untung masih liad ke spion, untung Allah masih sayang, kalu ga ya pasti nabrak. Lagi-lagi cuma bisa ngomel-ngomel aja ngeliat kelakjan para pegendara itu, matanya ada dimana? Atau dia ga tau kali ya apa arti dari lampu kuning yang idup mati idup mati di sebelah kanan kendaraan saya. Lagi-lagi sepertinya mereka memang tidak tahu etika di jalan raya.

5. Saya juga suka kesel ngeliad para pegendara motor yang ga ada kaca spionnya. Kalu mau move on ya nove on aja, ga ada hubungan juga kali ama kaca spion, please deh... Emang itu mantan ngikutin dia mulu apa di jalan raya sampe-sampe ga bisa pasang spion di motornya? Enggak kan..padahal spion itu kan fungsinya penting banget, tapi ya begitulah, fenomena di jalan raya. Kita yang waras yang mengalah sepertinya.

6. Untuk yang satu ini kadang suka kesel, pasrah, atau apa ya namanya kalu mau disebut, kalu udah nemu ibu-ibu yang bawa motor di jalan raya. Ga semua ibu-ibu sih, tapi notabene nya memang begitu, ga motor ga mobil klu udah ibu-ibu yang bawa memang sepertinya kita yang harus mengalah. Yah, mau gimana, namanya juga ga boleh ngelawan sama ibu, perempuan itu selalu benar, dan ibu-ibu itu pasti perempuan, jadi kesimpulannya ibu-ibu yang lagi berkendara di jalan raya itu selalu benar 😂😂😂
Jadi klu ketemu ibu-ibu yang begini di jalan raya, banyak2in sabar dan mengalah saja. Sepertinya hanya itu saran terbaik yang dapat diberikan.

7. satu lagi yang kadang bikin geleng-geleng kepala pas lagi bawa kendaraan itu, pas ngeliad ada pasangan muda-mudi yang lagi boncengan, laju motornya cuma 20 Km/jam, pelukannya kaya itu motor lajunya 150km/jam, padahal suami istri juga bukan, dan jalannya itu pun ditengah jalan. -----__----- belum lagi kalu ada dua orang yg bawa kendaraan masing-masing, trus asyik ngobrol di sepanjang jalan. Bete ga tuh klu nemuin yang beginian? Apalagi kalu dalam kondisi kita lagi diburu waktu. kalau mau ngobrol itu ya jangan di jalan, di cafe gtu, di taman, di rumah, ato dimana kek gtu, kenapa harus di jalan coba? Udahlah ngobrolnya teriak-teriak, jalannya pelan, megal megol, apa enaknya dan untungnya coba ngobrol dengan keadaan seperti itu? Can you explain it? Saya masih belum dapat penjelasan ilmiahnya.

Kira-kira begitulah beberapa fenomena ya g membuat saya mesti sabar-sabar, ngomel-ngomel, dan ngelus serta ngurut-ngurut dada pas berkendara di jalan raya. Mengapa ya ada fenomena seperi ini? Mungkin karena tidak semua para pengendara ini megetahui tata krama, etika, dan rambu-rambu berkendara di jalan raya. Bisa bawa kendaraan, tapi ga tau pasti apa fungsi benda-benda atau alat-alat yang ada dikendaraannya.

Ga tau apa fungsi lampu sain, ga tau apa fu gsi kaca spion, ga ngerti apa guna dan fungsinya lajur kanan dan kiri yg ada di jalan raya, ga ngerti gimana caranya membaca rambu-rambu dijalan raya. secara ngebaca lampu lalu lintas saja masih banyak yang ga bisa, lampu merah itu artinya di suruh stop, ini lampunya merah malah masih jalan terus aja, dan masih banyak lagi lab contoh yang lainnya.

Mungkin karena saat ini semua orang bisa dengan gampang dan mudahnya memiliki kendaraan. Hanya butub modal beberapa ratus ribu saja, sudah bisa pulag kendaraan roda dua ke rumah masing-masing. Mudahnya akses masyarakat untuk memiliki kendaraan, tidak diimbangi dengan etika, ilmu bagaimana menjadi pengendara yang baik di jalan raya. Kebanyakab dari kita hanya tau bagaimana cara membawa kendaraan, tapi ga tau apa nama bagian2 serta fungsi bagian2 yang ada di kendaraan yang kita bawa. Butuh edukasi lebih lanjut memang, butuh kelegowan, dan kecerdasan emosi yang matang memang kalu lagi berkendara di jalan raya.

Itu mungkin baru beberapa saja fenomena yang saya para pengendara yang saya temukan di jalan raya. Masih banyak lagi sepertinya, tapi capek ngetiknya (apalagi ngetik di hp kya gini). Senggaknya selesai juga lah tulisan cuap-cuap ga jelas ini dan ga penting ini. Bagaimana hasil observasimu tentang pengendara di jalan raya? Want to share it? Udah ah, mau kerja dulu, daripada nanti dibilang makan gaji buta :p

Postingan ini ga usah dibaca, tapi kalu udah dibaca, terkmakasih atas partisipasinya (:

20160204

Dear My Future Husband

Hai my future husband,
Apa kabar?
Cuma mau kasih liad postingan ini aja kok.
Udah itu aja. :D

20160119

Cinta: Memperjuangkan atau Melepaskan

Cinta.
Terkadang sempat berpikir apa itu cinta? Ada apa dengan cinta? Mengapa harus ada cinta? Bagaimana itu cinta? Dan kapan itu disebut cinta?

Pada dasarnya cinta adalah perasaan fitrah yang dimiliki setiap manusia. Baik tua, muda, kaya, miskin, sebaik dan sejahat apapun orangnya, pasti memiliki bibit-bibit cinta dihatinya.

Sebenarnya bagaimana hakikat cinta? Ya, cinta memang tidak harus saling memiliki. Tak sedikit yang merasakan bahwa cinta juga bisa memberikan rasa sakit dan perih di hati. Mengapa bisa begitu? Ya, karena tidak tepat caranya, tidak tepat jalannya, dan tidak tepat pada waktunya.

Cinta itu fitrah. Jila belum mampu membuktikan, tidak usah diucapkan. Simpan saja dia dalam diam. Berdoalah agar diberi kemantapan dan keberanian untuk mengungkapkan. Jika memang sudah mampu mepertanggungjawabkan, maka buktikanlah dengan perbuatan. Ikuti tuntunan islam, temui orangtuanya untuk taarufan, jika jodoh insyaAllah sampe ke walimahan.

Karena pada dasarnya hakikat cinta hanya ada dua, memperjuangkan atau melepaskan. Jika siap maka nikahi, jika belum siap ya sudahi. Karena cinta itu butuh bukti bukan janji.

Meminta menunggu itu bukan pilihan. Jika menunggu adalah sebuah pilihan, maka memilih untuk tidak menunggu adalah jawaban. Karena takdir tidak akan pernah memberi kesempatan. Kesempatan itu kita yang menciptakan, kita yang memutuskan.

Tere liye pernah menulis, hakikat cinta sejati itu adalah melepaskan. Maka lepaskanlah, jika benar itu cinta sejati, maka ada saja jalan yang akan mempertemukan dan mempersatukannya kembali. Jika ia tidak kembali, simpel saja. Itu bukanlah cinta sejati.

Lebih memilih yang mana? Memperjuangkan atau melepaskan? Halalkan atau tinggalkan? Nikahi atau sudahi? Terkadang apa yang baik menurut kita, belum tentu menurut Allah. Buruk menurut kita, belum tentu buruk dimata Allah. So, serahkan saja semuanya pada Allah, karena dia adalah penulis skenario yang paling indah.



Malam dibawah rinai hujan, #011916

20150517

Test!

Lagi nyoba aplikasi blogger di android, krmaren sempet coba poating tp gagal, padahal aku udah nulis panjang kali lebar kali tinggi kali bangeeett bangeettt dah..

Dan sialnya, setelah gagal mempoating, maka gagal pula k save di drafts!! Makanya mw coba posting tulisan ini, kalu berhasil sptnya mau meenuliis lagiii ������

20140227

Y U D I S I U M

finally... bisa mengucapkan kata-kata yudisium dengan hati yang lega. jadi begini ceritanya,
besok aku bakal ngikutin yudisium fakultas, karena seperti yang kata ketua senat kampusku bilang, kalau di ibaratkan dengan pernkahan, yudisium itu ibarat akad nikahnya dan wisuda itu adalah resepsi pernikahannya.  so, artinya dengan ini beliau menekankan bahwa yudisium itu lebih sakral dan khidmat acaranya di bandingkan dengan wisuda. toh, wisuda itu bukannya pemindahan sumbu kompor minyak topi wisuda dari kiri kekanan dan pake baju kebanggaan para mahasiswa yang di sebut dengan toga, mirip ama nama daunau di sumatera utara itu ya.. hehehe....

20140204

nulis skripsi vs nulis blog

O..Ow.. hari berlalu.. bulan berganti,, begitu juga dengan tahun..
Udah nyampe ajaa di tahun 2014...

Okeh,, lebih kurang berarti hampir setahun blog ini ga pernah kesentuh ama penulisnya yg kece badai inii.. *syahrini kali yeee... but im not, just my self.. ;)

Okeh.. mungkin aku lupa kalu menulis itu adalah salah satu terapi terbaik untuk melepaskan stress.. mengobati depresi..  menyehatkan jiwa.. dan ngebuat perasaan jadi lebih lega..
*actually alasannya sibuk ama skripsi.. hehehe.. tapi heran deh ya.. yang ada kenapa kalu lagi nulis skripsi itu pernyataan yg aku buat di atas tadi jadi ga bener 100%..??
Karena seriously aku tu ngerasanya stress semakin bertambah.. tingkatan depresi juga meningkat..  ngebuat jiwa semakin terguncang.. dan perasaan semakin ga karukaruaaan.. *hadeeeh_ngomong_apa_sih_gue??

20130403

JILBAB: menutupi atau membalut..??

semakin kesini, aku melihat semakin banyak perempuan-perempuan yang kini telah mengenakan jilbab / hijab. Alhamdulillah.. setidaknya mereka tidak lagi mengumbar aurat dimana-mana..

kini, perempuan tidak lagi ketinggalan mode jika harus mengenakan jilbab, walaupun berjilbab perempuan tetap bisa tampil cantik dan modis. gak heran, kalu ngelihat dimana-mana itu, mulai dari yang muda ampe yang tua, cara mengenakan jilbabnya berbeda-beda.. kadang kepikiran juga, "orang ini gimana cara make jilbabnya ya?"  saking rumitnya tu model jilbab.. hehehe..

tapi semakin kesini, aku kembali menyadari suatu hal.. sungguh miris memang,, berjilbab namun hakikatnya sama saja dengan tidak berjilbab.. oouuppss.. "sorry,, gak niat nyinggung siapapun kok,, just want to say my opinion,,

mungkin kita tidak menyadarinya, ya.. karena ini termasuk salah satu dari perang pemikiran. dimana mereka tidak menyerang kita secara langsung, tetapi perlahan-lahan hingga secara tanpa sadar kita mulai mengikutinya..

Saudariku, aku bahagia saat tahu bahwa engkau memutuskan untuk mengenakan hijab.. namun begitu miris jika harus melihat kenyataannya. engkau berhijab, tapi itu tidak menutupi bentuk tubuhmu, engkau berhijab hanya untuk menutupi rambutmu.. engkau berhijab, namun mungkin engkau tak tau apa makna hijab yang sebenarnya..

saudariku, menutup tidaklah sama dengan membalut. menutup itu benar-benar menutup apa yang harus ditutup dan tidak menampakkan bentuknya. Berbeda dengan membalut.. mungkin engkau memang membalut seluruh tubuhmu, namun itu tetap saja menampilkan lekuk-lekuk tubuh indahmu. tidak beda jauh dengan lemper ataupun lupis yang dibungkus oleh daun pisang, sudah tertebak bagaimana bentuk isinya.

Jika masih seperti itu, maaf banget nih tapi itu sama saja dengan engkau belum berhijab. jika engkau masih menampakkan lekuk tubuhmu. jika engkau memang ingin berhijab, berhijablah secara syar'i.. sesuai apa yang dikatakan Allah pada Surat Al-Azhab ayat 59:
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

sungguh, jika mereka tidak dapat menyuruuhmu untuk melepas jilbabmu dan mengikuti style mereka, maka mereka akan mengajakmu untuk tidak berjilbab secara syar'i.. berjilbab dimana hakikatnya engkau sama saja dengan tidak berhijab..

tidak ada larangan jika engkau hendak memakai jilbab yang modis,,namun tetaplah di jalanNya.. tetaplah syar'i.. tetaplah menutupi apa yang seharusnya engkau tutupi.. Lebih baik lagi jika disederhanakan. Karena Allab suka yang sederhana, bukan yang banyak lilitan dan jarum penulnya dimana-mana. 



*mengapa harus terlihat cantik dimata manusia, jika di mata Allah engkau tidak ada apa-apanya?? Dan juga, Allab itu tidak.melihat seberapa modis kamu berhijab, tapi seberapa benarnya kamu menutup aurat.
mari yuk,, marilah kita berjilbab secara syar'i.. engkau terlihat lebih cantik jika engkau tampil apa adanya.. sungguh,, inner beauty itu yang lebih dicari daripada kecantikan fisik semata.. :)

20120421

Mata dan Mata


Ngomongin soal mata, ada sesuatu yang membuat aku tertarik dengan “mata” ini..

Allah telah menganugerahkan untuk setiap manusia sepasang mata.. yang tentu saja gunanya untuk melihat tanda-tanda kebesaranNya,, juga utnuk melihat betapa indah ciptaanNya,, serta betapa banyak bentuk kemunafikan dan keingkaran yang terjadi setiap harinya..

Hanya dengan sepasang bola mata yang kecil ini,, kita dapat melihat seluas-luasnya alam semesta.. sejauh-jauhnya yang dapat kita capai untuk melihatnya.. namun,, tanpa adanya kedua bola mata ini,, dunia pun tidak terasa luasnya,, kita pun tidak akan mungkin bisa merasakan indahnya warna-warna dunia.. semua hanya gelap gulita..

Sungguh, nikmat mata ini luar biasa ya.. gak kebayang deh jika suatu saat Allah hendak mencabut nikmat yang telah diberikanNya kepada kita ini.. siapkah kita..?? so,, sudahkah kita mensyukuri nikmatNya yang satu ini..?? sudah dirawat sebaik mungkin..?? sudahkah kita pergunakan ia dengan semestinya..?? atau malah digunakan untuk yang tidak-tidak..??

Hhhmm.. katanya mata itu adalah jendela hati, diri, fikiran, dan perasaan.. semua dapat terungkap lewat pancaran mata.. mau tau orang itu bohong atau gak,, serius atau gak,, bercanda atau marah,, kesel atau senang,, ikhlas atau tidak.. sedih atau gembira.. semua dapat kita tangkap lewat pancaran matanya..

Jadi,, aku itu orangnya emang suka banget memperhatikan mata-mata mereka yang sedang menjadi lawan bicara aku,, atau melihat mata-mata orang yang sedang berbicara lainnya.. *ceritanya mau observasi gitu..* dan akhirnya memang dapat disimpulkan,, mata memang dapat mengungkapkan segalanya..

Hhhmm.. terkadang aku bisa mendapatkan suatu makna tersembunyi,, yang tersirat hanya lewat tatapan mata,, walaupun si individu itu tidak mengatakan apa-apa.. ya,, matanya yang berbicara..

Agak lebay kali yaa.. Cuma apa yang feeling aku bilang soal tatapan-tatapan mata itu banyak benernya,, walaupun ujung-ujungnya aku tahu kebenarannya itu emang belakangan sih..

Subhanallah ya,, hanya dengan sepasang bola mata yang diberikanNya kepada kita,, dapat memacarkan berbagai macam ekspresi.. yang walaupun bibirnya menyunggingkan senyum yang manis,, namun matanya tetap saja menampilkan aura kesedihan atau mungkin kemarahan yang terpendam..

Dari melihat mata seseorang,, kita juga bisa menebak mood hatinya si pemilik mata,, lagi sedih kah,, marah kah,, bahagia kah,, punya banyak masalah kah.. semua akan terpancar lewat tatapan mata.. kurang tidurlah,, kebanyakan nangis kah,, semua dapat digambarkan oleh mata..

Sebenarnya dulu aku juga bukan termasuk orang yang berani menatap mata lawan bicaraku,, lebih dikarenakaan ketidakpedean.. namun setelah aku berusaha untuk bisa menatap mata lawan bicara,, benar-benar menjadi hal yang menarik untuk di observasi.. mulutnya mungkin akan berkata A,, tetapi matanya berkata B..

Yayaya.. mata itu ternyata luar biasa ya.. terkadang muncul sebuah pertanyaan,, kok bisa ya..?? padahal bentuk matanya tetap sama.. namun apa yang menyebabkan sorotan mata itu bisa berbeda ya..?? ckckck.. semakin banyak muncul pertanyaan,, semakin aku menyadari betapa besarnya kuasa Ilahi..
Kalau kamu tidak percaya,, cobain aja.. amaziing.. ^^

Emansipasi Wanita..???

Emansipasi Wanita..??

Hari kartini,, yang jatuh pada tanggal 21 april ini,, menjadi sesuatu yang selalu dikaitkan dengan emannsipasi wanita. Ya,, hari yang katanya menjadi hari kelahiran R.A kartini ini,, seorang wanita yang menjadi pelopor lahirnya emansipasi wanita. Dimana kalau tidak salah, berkat Kartini lah wanita pada zamannya itu dapat mengecap pendidikan..

Namun,, menurut aku,, emansipasi yang diperjuangkan oleh R.A Kartini itu telah banyak disalah artikan,, termasuk oleh wanita indonesia itu sendiri..

Kartini memang telah memperjuangkan hak kaum wanita untuk dapat mengenyam pendidikan di bangku sekolah, sama seperti laki-laki. Tapi aku tidak setuju,, jika wanita itu harus mendapatkan hak yang sama seperti yang didapatkan oleh para lelaki..
*coba donk dipikirkan,, bukankah kita tidak hanya boleh menuntut hak sebelum melaksanakan kewajiban,, nah,, kalau kita kaum wanita ingin mendapatkan hak yang sama dengan kaum lelaki,, berarti sebelumnya wanita juga harus melaksanakan kewajiban yang sama sebagai seorang lelaki juga donk..??

20120324

"Pacaraan yuuukk..??"

Kira-kira apa yang akan kamu jawab kalau pertanyaan itu diajukan kepadamu...??

Bisa dipastikan ada buanyaaak banget jawaban yang keluar atas pertanyaan yang satu itu,, ada yang mau,, ada yang bilang TTM-an aja,, mungkin ada juga yang bilang HTS-an aja,, atau ada lagi mungkin yang bilang “tergantung siapa yang bilang dulu”,, dan tentu saja ada yang bilang “maaf,, saya tidak pacaran..!!”

Hhehee.. kalau pertanyaan itu diajukan ke aku sih,, aku mau jawab apa yaa..??

20120213

No Valentine's Day


Assalamualaikum,,

Gak kerasa nih, udah bulan februari aja,,
Jujur,, saya suka bingung,, kenapa banyak remaja muslim sekarang ini yg menjadi berbunga-bunga memasuki bulan februari..??
Ada apakah dengan bulan februari..??

Dari isu-isu yang sering saya denger nii,,
Katanya ada satu hari pada bulan februari,, yang menjadi hari peringatan kasih sayang..
Yaa.. ngetrend nya sih,, kata anak-anak gaul gitu..,, namanya Valentine's day..
Yang diperingati setiap tanggal 14 februari..

Eh.. eh..,, sebenernya temen-temen semua pada tw gak sii sebenarnya hari valentine itu hari apa??
Dan bolehkah kita sebagai remaja muslim ikuut-ikuut merayakannyaa..??

20111129

pola asuh orangtua paling benar..??

hmm.. lagi-lagi ini karena abis masuk mata kuliah psikologi perkembangan anak usia dini.. karena kebtulan tadi pas wawtu diskusi ada temenku yang nanyain bagaimana sih pola asuh orang tua yang paling bener itu..?? atau gak yang paling baik deh.. supaya ntar anak-anaknya pas gede jadi anak yang bener juga..

hahaha.. dan jawabannya adalah..
hayoo.. apa cobaa..??

20111115

rainbow.. :)


Hari inii,,
Tadi sore tepatnyaa.. saat hendak pulang dan meninggalkan kampus tercinta,, turun hujan cukup lebat,, hanya saja tak terasa ributnya,, mugkin tak disadari lebih tepatnya.. and.. setelah rintik-rintik air itu berhenti menyirami bumi.. mentari sore bersinar dengan cerahnya.. and, I was found the wonderfull thing in the sky.. it’s awesome..!! ya,, I see the big rainbow.. whats a beautifull rainbow.. *haha.. lebaay..

hhhmmm.. emangnya ada apa dengan pelangi..?? katrok dan norak banget deh,, ampe segitu girangnya aku tadi ngelihat biasnya cahaya mentari itu terpampang indah dilangit sore yang luaas..
hahaa.. yups,, mungkin bagi setiap orang pelangi itu adalah hal biasa.. apalagi bagi para ilmuwan.. yayaya,, I know,, pelangi itu terjadi akibat dibiaskannya cahaya matahari oleh rintik-rintik air hujan. Just it..!! so spesialnya ada di..??
spesialnya adalah karena pelangi adalah salah satu yang aku harapkan setelah aku mengharapkan Ia menurunkan rahmat-Nya ke bumi inii.. and,, finally,, I get it..